Recent Updates Toggle Comment Threads | Keyboard Shortcuts

  • rizka.johim10 4:14 am on 30 July 2010 Permalink | Reply  

    27 Juta Tahun Sekali, Kepunahan Massal di Bumi 

    LONDON – Seluruh kehidupan di bumi memang tidak kekal. Namun para ilmuwan percaya, malapetaka yang mampu memusnahkan semua kehidupan di bumi terjadi setiap 27 juta tahun sekali.

    “Setidaknya, dalam kurun 500 juta tahun terakhir, telah terjadi ledakan yang menyebabkan kepunahan setiap 27 juta tahun,” ujar Richard Bambach, seorang paleontologis dari Smithsonian Institute, yang didampingi rekannya, Adrian Melott, seorang astrofisikawan dari University of Kansas, seperti dikutip melalui Telegraph, Selasa (13/7/2010).

    Periodik kepunahan massal telah diungkapkan sebelumnya, dan mereka mengatakan jika saat itu Matahari terlihat sangat besar, dan planet kegelapan mengorbit setiap 27 juta tahun, lalu menghadirkan hujan komet keluar dari awan Oort menuju pinggiran sistem tata surya dan mengirimkan komet-komet itu hingga menabrak Bumi. Hipotesis ini disebut ‘Nemesis’.

    Tapi keteraturan skala waktu kepunahan yang dipaparkan kedua ilmuwan ini dianggap berlebihan. Waktu 500 juta tahun telah ditelaah lebih jauh oleh Dr Melott dan Dr Bambach dan mencapai hampir dua kali lipat dibanding penelitian sebelumnya.

    Hal ini dikarenakan dalam 500 juta tahun terakhir, Matahari berada cukup dekat dengan objek lainnya, bintang yang dikenal. Tarikan gravitasi dari bintang-bintang ini akan mempengaruhi orbit Nemesis dan menyebabkan kehilangan siklus regular 27 juta tahun.

    Kepunahan yang dimaksud dapat berupa bencana dan malapetaka, memusnahkan mayoritas spesies di bumi, dari yang kecil hingga yang besar, dan lebih dulu menghancurkan 10 persen spesien yang ada secara bertahap. Artinya, bencana itu akan datang secara bertahap dan memusnahkan mulai dari 10 juta tahun kedua hingga mencapai 27 juta tahun dari kepunahan massal sebelumnya.

    Namun, para ilmuwan mengatakan jika hal itu bukanlah hal yang harus dikhawatirkan saat ini, apalagi disikapi dengan kepanikan. Pasalnya, kepunahan massal yang terjadi sebelumnya telah berlangsung 10 juta tahun lalu sehingga masih banyak waktu untuk mengantisipasi hal tersebut terjadi lagi. (srn)

     
  • rizka.johim10 3:51 am on 30 July 2010 Permalink | Reply  

    Brand Paling Populer di Facebook 

    SAN FRANSISCO – Sejumlah perusahaan telah menggunakan jejaring sosial sebagai sarana iklan dan juga mem
    bangun brand image. Salah satunya adalah melalui jejaring sosial Facebook.
    Kedai kopi internasional, Starbucks merupakan salah satu brand yang terpopuler di jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg tersebut. Berdasarkan data yang dilansir blog Inside Facebook, Starbucks berhasil menggaet  100 juta penggemar dan menjadikannya sebagai brand paling populer di Facebook.

    Jumlah ini sangat jauh dibandingkan dengan penggemar penyanyi pop, Lady Gaga yang hanya mencapai 10 juta penggemar. Demikian dikutip dari Silicon Republic, Kamis (29/7/2010).

    Sara Ines Calderon, wakil Inside Facebook menyatakan kisah sukses Starbucks bukan semata-mata karena popularitas toko yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Tapi karena keberhasilan brand yang didirikan sejak 1971 itu mempertahankan kehadiran aktif di dunia maya.

    “Penggemar Starbucks yang berjumlah 10 juta orang di seluruh dunia didukung dengan pemasaran, promosi dan iklan di dunia maya,” katanya

    “Halaman Penggemar Starbucks merupakan salah satu dari 20 brand yang paling cepat berkembang. Starbucks secara konsisten memiliki update atau promosi untuk setiap kesempatan melalui Facebook,” ujar Calderon.

    Pesaing starbuck di Facebook diantaranya Coca-Cola dengan jumlah penggemar 7,5 juta dan Skittles dengan 6,5 juta penggemar. Starbucks saat ini tersebar di 55 negara di lima benua. (ugo)

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Reply
e
Edit
o
Show/Hide comments
t
Go to top
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Cancel